DOA TERBAIK UNTUK IBUNDA


Apabila engkau dengan sungguh hati menangkap hakikat kematian
Bukalah hatimu selebar-lebarnya untuk wujud kehidupan
Sebab kehidupan dan kematian adalah satu
Sebagaimana sungai dan lautan adalah satu
_Kahlil Gibran

01 Juli 2015, berita duka datang dari seorang sahabat yang mendampingi kami di Kelas Menulis Kepo. Ibunda tercinta Khrisna Pabhicara Daeng Marewa telah terbang menghadap Sang Pemilik Cinta. Walaupun secara pribadi, saya tidak pernah bertatap muka dengan Daeng Khrisna tapi saya yakin beliau seorang yang sangat berpengaruh dalam dunia literasi. Fakta yang mempertegas hal ini yaitu banyak karya-karyanya telah dinikmati jutaan pembaca seperti novel Sepatu Dahlan, Surat Dahlan, buku seputar neurologi, dan belasan buku lainnya. Buku Gadis Pakarena sebelumnya pernah terbit dengan dijuduli Mengawini ibu. Untuk membuat karya sebanyak ini bukanlah perkara mudah. Saya pribadi membuat satu-dua paragraf sudah sangat kewalahan, apalagi untuk membuat sebuah karya (buku). Saya selalu meyakini sebuah pencapaian tidak serta-merta hadir dengan sendirinya, butuh perjuangan, dukungan dan cinta.

Perjuangan untuk mencapai hal yang diimpikan pasti dilalui sepenuhnya oleh pelakunya, tetapi dalam proses tersebut dukungan dan cintalah yang sangat mempengaruhi proses perjalanan menuju impian. Takkan ada yang akan menggantikan dukungan dan cinta dari orang tua, khususnya seorang Ibu. Sebesar apapun kita, setua apapun kita dimata seorang Ibu, kita tetaplah anak kecilnya yang masih butuh disusui, dimandikan dan disuapi. Kalimat ini terlontar dari mulut Ibuku tercinta.

Pernah saya bertanya “Ibu, kenapaki masih uruski Kak Aso-ku,?. Pembangunan rumahnya, perintisan usahanya juga tugas-tugasnya di Sekolah?”. Beliau menjawab “Tugas seorang Ibu kepada anaknya tidak akan pernah selesai sampai Tuhan Ambilka Nak”.

Saya yakin dan percaya, Daeng Khrisna yang sekarang merupakan sebuah hasil dari kasih sayang (cinta) Ibunda Shafiya Djumpa dan Ayahanda Yadli Malik Dg. Ngadele. Sebuah perjuangan sepasang suami-istri yang membina, mengajarkan ilmu-ilmu tentang cinta. Ilmu cinta yang harus disebar-luaskan kepada semesta. Dan ilmu itu telah kita rasakan melalui karya-karyanya. Terima Kasih Ibunda Shafiya Djumpa dan Ayahanda Yadli Malik Dg. Ngadele, engkau telah melahirkan dan membesarkan seorang anak yang berjuang di jalan kenabian dengan menyebarkan Ilmu-ilmu cinta yang engkau perkenalkan kepada beliau (Daeng Khrisna) selama hanyat. Terima kasih, karena dari semangat anakmu akan melahir Khrisna-Khrisna muda yang akan menyebarkan Ilmu-Ilmu cinta dalam semesta ini, Insya Allah. Doa kami mengiringmu sebagai sayap-sayap menuju Sang Pemilik Cinta yang sesungguhnya.
Al-Fatihah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s