Cerita Sekam


Seperti sekam dalam kemarau yang panjang
Setitik bunga api membelai terbakar-hanguslah seladang

Anginpun menyambut riang dengan kepalsuan
Sesekali ia bergembira karna berguna
Sesekali pula hati meradang karena tak tega

Sekam menjerit mencari air
Air bersembunyi di dasar kedalaman diikat oleh akar-akar yang rapuh di bawah pohon tangguh

Tanah jadi pijakan sang sekam
Tak mampu pula mengasihinya
Seperti hubungan yang telah usang
Tak ada ikatan lagi sang sekam dengan tanah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s