Perempuan M*s*m Menjadi 5 Pasangan Bukan Suami Istri


Perempuan adalah sebagian dan laki-laki adalah keseluruhan.

Sebagian bisa sempurna sebagai sebagian tanpa keseluruhan

Tapi keseluruhan tak akan sempurna sebagai keseluruhan tanpa sebagiannya.

_The Tao of Islam

Ini Perempuan Mesum yang Ditangkap sebelum Bulan Suci Ramadhan, sebuah judul berita yang dikirim oleh seorang sahabat di beranda salah satu media sosial beberapa hari yang lalu. Awalnya saya tidak mengerti dengan maksud sahabat ini membagikan berita tersebut, setelah beberapa saat memperhatikan judulnya ternyata memang ada sebuah diksi yang sangat diskriminatif. Sebuah kata yang semestinya dimuliakan sesuai dengan akar katanya ‘empu’ tetapi karena dijelaskan oleh sebuah kata yang negatif, jadilah sebuah frasa bermakna negatif.

Memang diskriminatif sih… pertanyaannya adalah kenapa harus perempuan yang menjadi fokus atau menjadi pelengkap judul beritanya, kemana laki-lakinya? Jangan-jangan pewartanya seorang laki-laki yang sangat loyal kepada kaumnya (laki-laki). Tapi kalau asumsi ini benar, seharusnya saya berterima kasih kepada anda, kawan. Anda telah menggugurkan sebuah aforisme “Perempuan tidak pernah salah”, anda telah membuktikan kalau perempuan ternyata bisa bersalah juga, good job dude!

Tapi di sisi lain, saya juga takut apabila loyalis perempuan atau yang biasa disebut aktivis feminisme tahu berita di atas, bisa hancur kita, kaum Adam. Bagus kalau anda sudah menikah, kalau belum, bisa saja jadi perjaka tua. Gerakan perempuan itu massif loh, jadi jangan bermain api dengan kaum perempuan apalagi mewartakan mereka hal-hal yang negatif, minimal memperhalus diksi lah atau untuk menyeimbangkan bisa juga memakai judul “Laki-laki dan Perempuan Kepergok Bermain Kartu di dalam Kamar Kos” itu kan lebih menarik judulnya, malah pembaca akan penasaran dengan isi beritanya dan pastinya jumlah pembaca akan banyak jadi untung juga berlipat ganda. Hehehe… Tapi seharusnya anda yang lebih mengertilah isi dari Kode Etik Wartawan Indonesia.

Menyambung pendapat saya tentang judul yang diskriminatif di atas, ini bukan kali pertama perempuan dijadikan objek yang bersalah, terdakwa, dan biang libido laki-laki. Kita bisa berkaca  pada peraturan di beberapa daerah yang mengatur sedemikian banyak aturan khususnya perempuan dalam busana dan jam malam dengan dalih menekan angka kekerasan seksual pada perempuan, tetapi tidak ada aturan yang ketat bagi laki-laki, padahal perempuan itu yang jadi korban loh bukan laki-laki. Sependek ingatan saya tidak pernah membaca ataupun menyaksikan berita kalau laki-laki mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh perempuan. Sangat diskriminatif sekali kan, jadi jangan bersedih, bukan hanya anda yang pernah melakukan diskriminasi terhadap perempuan, yang empunya kedudukan pun (pemerintah) bahkan saya pun mungkin pernah kawan.

Saya pernah membaca sebuah buku yang berjudul Tindakan-Tindakan Kecil Perlawanan yang diterjemahkan oleh Mbah Roem, seorang laki-laki tua yang seperti mbah google kata seorang teman. Di dalam buku tersebut terdapat sebuah cerita nyata tentang tindakan kelompok perempuan di sebuah daerah yang rutinitas para laki-laki hanya perang saja dilakukan tiap harinya. Akhirnya mendapat perlawanan dari istri-istri mereka sendiri. Mereka tidak memberi jatah syahwat suaminya, karena para istri ini sudah bosan mengalami kesedihan karena peperangan. Bayangkan ketika syahwat berada di puncak tetapi istri tak mau bercumbu, bisa jadi kamar mandi dan sabun jadi pilihan. Hahaha….

Di akhir cerita tindakan para perempuan tadi berhasil menghentikan peperangan di daerahnya, tapi saya kurang tahu kalau suasana terjaga sampai sekarang. Maksud saya kawan, kekuatan perempuan itu terkadang kita abai kalau mereka itu lebih kuat dari kaum laki-laki, saya bukan menggurui atau berceramah. Kita sama-sama laki-laki yang sedang belajar untuk lebih mengerti kaum Evy.

Sebelum tulisan ini saya selesaikan, saya kembali membuka berita dengan judul “Ini Perempuan Mesum yang Ditangkap sebelum Bulan Suci Ramadhan”, saya sempat bingung karena judulnya sudah berubah, anggapan saya jendela browser salah mengalihkan alamat URLnya, ternyata judul dan isi beritanya memang telah diubah menjadi “Ini 5 Pasagan bukan Suami Istri yang Ditangkap sebelum Bulan Suci Ramadhan.”

Saya berasumsi lagi kawan, mungkin saja kekasihmu atau istrimu telah membaca berita itu juga dan protes dengan judulnya. Mungkin juga diskusimu sangat alot saat itu dan perempuan itu memberikan pencerahan yang berterima oleh nalarmu. Oh iya, ada satu kata yang kurang tepat dari penulisan judulnya kawan, ‘Ramadan’ bukan ‘Ramadhan’ yah, kalau tidak percaya dengan saya, silahkan buka Kamus Besar Bahasa Indonesia bisa melalui media elektonik di Android dan IOS atau kamus manualnya. Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s