Selvie-Venue Danau Segara Anak; Kebutuhan atau Kepentingan?


Sebuah kabar yang mungkin kurang baik datang dari Si Cantik Anjani (Gunung Rinjani), kabar tersebut disampaikan oleh akun instagram @rinjanitrekker, salah satu akun yang sangat aktif memberikan informasi dan dokumentasi seputar Gunung Rinjani. Dalam postingan gambarnya, terlihat sebuah selvie-venue yang terbuat dari besi berukuran cukup besar di pinggir Danau Segara Anak bertuliskan  ‘SEGARA ANAK LAKE’, lalu admin akun ini menulis sebuah captionWhat?? #SaveRinjani”. Sontak postingan ini mendapat respon dari pengguna jejaring sosial ini. Respon yang hampir semua senada; heran dan mempertanyakan kenapa ada selvie-venue yang cukup besar di kawasan itu. Awalnya akun @rinjanitrekker mengira bahwa berita ini hoax yang hanya mencari sensasi saja.

“Tapi setelah diamati dan dilacak, ternyata postingan plang besi Danau Segara Anak Lake di tepi danau itu tampak nyata dan menyebalkan.” Judul kiriman gambar kedua dari akun @rinjanitrekker.

CluNQAGUsAAITjo

Pemasangan Selvie-Venue Segara Anak Lake

Kecaman bukan hanya datang dari netizen tetapi juga kritik keras datang dari salah satu pengurus Rinjani National Park yang tidak tahu pemasangan plang ini, Ramli Bin Ilmar. “‘’Siapapun yang bikin ini, norak dan kampungan,’’ ungkap Ramli. Indikasi awal, pemasangan papan nama di pinggir Danau Segara Anak ini merupakan program dari Kepala Badan Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang baru saja menjabat, seperti yang dikutip dari utarakita.com.

***

Yang saya pahami, langkah yang dilakukan oleh Kepala BTNGR yang baru ini bukannya tidak tepat, tetapi tidak berlandas akan kebutuhan untuk pengembangan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kalau misalnya pemasangan selvie-venue “selvie-venue” tersebut ingin menambah sentuhan estetika seperti di daerah perkotaan yang sumpek, maka saya dapat katakan di situlah letak kekeliruannya. Kita tidak bisa menyamakan kondisi dan penataan kota dengan pedalaman khususnya daerah ketinggian dan memaksakan konsep perkotaan ke daerah pedalaman, masing-masing memiliki ciri dan keindahannya masing-masing. Itu seperti halnya memaksa orang Papua memakai kebaya khas Jawa, ujung-ujungnya gak nyambuk malah akan kelihatan aneh dan norak.

Gunung Rinjani beserta beberapa spotnya memiliki ciri dan keindahannya masing-masing, tak salah kalau gunung ini dinobatkan sebagai gunung yang memiliki jalur lintas dengan pemandangan terindah di Asia. Jalur Sembalun menuju Pelawangan Sembalun menyajikan padang savana yang membentang sejauh mata memandang, di Pelawang Sembalun kita dapat melihat Danau Segara Anak yang pada waktu-waktu tertentu diselimuti kabut tebal. Di Puncak Rinjani, para pendaki dapat menikmati matahari terbit dan keindahan Gunung Barujari yang masih mengepulkan asap vulkaniknya di tengah Danau Segera Anak. Sesampainya di Danau Segera anak para pendaki dapat menikmati mandi air panas dan memancing ikan yang melimpah ruah di danau ini.

IMG_0957

Keindahan Segara Anak dari Pelawangan Sembalun

Dengan adanya selvie-venue di pinggir danau, saya bisa katakan menghilangkan salah satu spot paling ideal untuk para pendaki mengabadikan perjalanannya melalui foto maupun video. Awal Mei, saya beruntung dapat melakukan pendakian salah satu The Seven Summits of Indonesia ini karena selvie-venue ini belum terpasang. Saya sangat ingat loka

si pemasangan plang ini karena tempatnya persis di depan lokasi saya mendirikan tenda pada saat itu. Lokasinya sangat ideal, kita dapat melihat tiga keindahan sekaligus di lokasi ini: Danau Segara Anak, Gunung Barujari, dan Puncak Rinjani apabila tidak berkabut.

Pengalaman dan pengamatan yang saya dapatkan  dari pendakian hampir dua bulan lalu di gunung ini, pemasangan selvie-venue di pinggir Danau Segara Anak tidak tepat karena masih banyak yang harus dibenahi di beberapa jalur dari Sembalu-Puncak, Pelawangan Sembalun-Senaru dibanding membuat selvie-venue. Misalnya masalah sampah di beberapa lokasi camp: Pos 2 Sembalun, Pelawangan Sembalun, Danau Segara Anak, Pelawangan Senaru dan beberapa lokasi menuju Pintu Gerbang Senaru. Pembersihan yang dilakukan pada bulan April 2016  “Clean Up 2016” memberikan data sebanyak 1,5 ton sampah dikumpulkan dan diangkut turun oleh para relawan dari jalur pendakian Rinjani.

p.txt

Tumpukan sampah di pinggir Danau Segara Anak

Selain masalah sampah, harusnya kita belajar dari beberapa insiden memilukan di atas gunung mulai dari evakuasi karena cedera parah sampai kematian. Selayaknya pihak dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) lebih memperhatikan, memperbaiki, dan kalau perlu menambah pengaman jalur yang dianggap berbahaya bagi pendaki. Seperti yang saya lalui di jalur menuju Pelawangan Senaru, kontur medan yang kebanyakan mendaki punggungan bukit yang di bagian kirinya jurang yang sangat membahayakan pendaki. Ada beberapa pengaman jalur bagi pendaki untuk berpegangan tetapi sudah mulai rusak satu persatu, besi pengaman yang patah, pondasi besi pengaman yang longsor karena kontur tanah yang labil, dan tali pembatas yang sudah banyak putus.

1251069_20130921031946

Jalur menuju Pelawangan Senaru

Masalah yang lain yang harus diberikan solusi dari pihak TNGR atau penanggung jawab dari jalur pendakian Gunung Rinjani untuk membuat sebuah sistem yang ketat bagi penyedia jasa perjalanan/pendakian (Travel Organizer), cukuplah insiden yang merenggut nyawa seorang pendaki di pemandian air panas di bulan Mei kemarin. Pendaki wanita ini merupakan salah satu peserta Open Trip yang ditawarkan salah satu Travel Organizer, dan informasi yang saya dapatkan ketika berdiskusi bersama komunitas pendaki di Mataram, Travel Organizer ini tidak melapor di Pos Pelaporan Jalur Sembalun, yang pada akhirnya pihak TNGR lepas tangan dari insiden ini. Menurut pendapat saya, hal yang seperti ini yang harus menjadi prioritas dibandingkan memasang selvie-venue di pinggir Danau Segara Anak itu.

 

Note:

Sebuah petisi atas respon pemasangan Selvie-Venue di Pinggir Danau Segara Anak

SELAMATKAN GUNUNG RINJANI: Petisi Tolak Selvie-Venue Rinjani

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s