Saran untuk (Calon) Pembelajar Bahasa Inggris


Mempelajari bahasa Inggris seperti keniscayaan saat ini. Untuk melanjutkan kuliah Strata 2 dalam maupun luar negeri mengharuskan calon mahasiswanya lulus ujian tes bahasa asing (Ingris) yang di sebut Test of English as A Foreign Language (TOEFL) atau International English Language Testing System (IELTS), seperti itu juga untuk menjadi pegawai negeri maupun swasta harus memiliki sertifikat TOEFL, dan untuk naik jabatan atau karir di perusahaan swasta harus dibuktikan dengan hasil test bahasa asing pula yang menunjukkan kecakapan berbahasa lisan maupun tertulis bahasa Inggris.

Ini menimbulkan begitu banyaknya pembelajar bahasa Inggris, yang mengambil kursus singkat di beberapa lembaga pendidikan yang fokus untuk pengembangan bahasa Inggris. Tak jarang ada pembelajar yang berhasil dan banyak pula yang gagal untuk mempelajari bahasa Inggris ini. Menurut pengalaman saya, ada beberapa hal yang cukup keliru yang sering dipahami benar oleh para pembelajar bahasa Inggris.

  1. Mengawali dengan Belajar Tata Bahasa (Grammar)

Coba sejenak kita menengok ke belakang dan memulai dengan pertanyaan ini “Bahasa apakah yang kita ketahui ketika bayi, balita, dan dewasa?”

Mungkin jawaban kita akan sama yaitu bahasa yang paling pertama kita ketahui adalah bahasa isyarat (sign language) seteleh itu bahasa lisan (spoken language) dan yang terakhir adalah bahasa tulisan (written language).

Banyak pembelajar bahasa Inggris yang keliru dengan memulai mempelajari tatabahasa (gramatikal) berkaitan aturan penulisan, yang sebenarnya ini merupakan tahapan paripurna mempelajari bahasa. Yang saya pahami dalam mempelajari bahasa Indonesia pun, bahasa tulisan itu tahapan terakhir yang diajarkan kepada kita.

Dan efek yang sangat terlihat nantinya bagi mereka mempelajari gramatikal di awal yaitu mempengaruhi bahasa lisannya, mereka akan lambat berkomunikasi secara lisan, karena kata atau kalimat yang akan diucapkan lama terproses di kepala, ini berkaitan benar atau salah secara gramatikal bahasa Inggris. Maka dari itu  saya menganjurkan, usahakan jangan memulai dengan mempelajari gramatikal.

  1. Takut Salah (Kurang Percaya Diri)

Ketakutan berlebih akan kesalahan ketika mengucapkan atau menuliskan bahasa Inggris. Pertanyaan kecilnya adalah “Apakah kita langsung pandai mempelajari sesuatu?” tentu tidak kan. Banyak kesalahan atau kekeliruan yang kita lakukan sebelum cakap. Begitu juga mempelajari bahasa Inggris, jangan takut melakukan kesalahan karena dari kesalahan berbahasa kita bisa mengetahui di mana letak kekurangannya.

Ketika berbahasa lisan dalam bahasa Inggris, ucapkan saja, jangan takut apakah susunan kalimatnya tepat atau kurang tepat, untuk urusan susunan kalimat (gramatikal) itu persoalan terakhir, yang terpenting adalah membangun kepercayaan diri untuk berbahasa Inggris. A.J Hoge bilang “Put off your grammar book, just speak up!”  

  1. Kurang Praktek

Sebanyak apapun kosakata atau ungkapan yang anda hafal, dan ratusan aturan gramatikal yang anda ketahui jika tidak dibarengi dengan praktik yang giat, akan besar kemungkinan peningkatan kemampuan berbahasa anda  sedikit bahkan jalan di tempat.

Berbahasa itu praktik, mempelajari bahasa lisan yah harus berbicara, belajar bahasa tulisan berarti anda harus menulis dan banyak membaca, kemauan untuk menguasai bahasa Inggris saja tidak cukup harus dibarengi dengan praktik, mungkin begitu kira-kira singkatnya.

  1. Malas Membuka atau Membaca Buku (Referensi)

Hal keliru yang keempat yaitu terlalu mempercayai atau tidak kritis dalam belajar bahasa Inggris. Maksudnya terlalu percaya apa yang disampaikan oleh pengajar, tidak memeriksa kembali apakah yang disampaikan itu tepat atau kurang tepat. Penyebab dari hal ini yaitu para pembelajar malas membuka atau membaca referensi, apakah itu kamus, buku bacaan seputar bahasa Inggris, dsb.

Walaupun pengajar memiliki pengetahuan yang lebih dibandingkan pembelajar, bukan berarti pengajar tidak mempunyai celah untuk menyampaikan hal yang kurang tepat tentang bahasa Inggris, apalagi pengajarnya bukan native (penutur asli). Maka dari itu jangan malas membuka atau membaca referensi tentang bahasa Inggris, ketika ada yang berbeda dengan referensi yang anda baca coba tanyakan (diskusikan) secara santun, hal ini juga membantu pengajar anda untuk lebih giat belajar dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam mengajar.

  1. Telalu Percaya Iklan

Ingat!!! Jangan terjebak dengan iming-iming lembaga kursus yang menawarkan belajar bahasa express, contohnya seperti ini “Dijamin skor TOEFL 550 dengan belajar hanya sebulan, jika tidak uang kembali.” Begitulah kira-kira iklan yang banyak bertaburan di dunia maya maupun nyata. Harga mahal tidak menjamin kualitasnya baik seperti itu juga sebaliknya harga murah belum tentu tidak berkualitas. Maka dari itu pandai-pandailah memilih mitra belajar bahasa Inggris terbaik.

Seperti itu kira-kira opini saya tentang lima hal yang harus diperhatikan untuk belajar bahasa Inggris. Saya pun masih belajar sampai saat ini, jadi tetap menjadi bodoh agar kita lebih giat belajar.

 

Tulisan diikutkan dalam #Tantangan5 #KMKepo kelaskepo.org

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s