5 (Lima) Alasan Harus Kembali ke Lombok


Awal Mei 2016, saya sempat menginjakkan kaki di Pulau Lombok. Pulau yang berada dalam kawasan kepulaun Sunda Kecil ini hampir memiliki semua tempat wisata yang diinginkan oleh para pejalan. Mulai dari keindahan pegunungannya, pulau, bawah laut, kuliner, dan budaya. Dari beberapa keindahan yang ditawarkan oleh Lombok, tempat yang sering dikunjungi oleh para pejalan yaitu Gunung Rinjani dan beberapa Gili (pulau), biasanya kedua tujuan wisata ini ditawarkan dalam bentuk paket wisata domestik.

Saya juga berkesempatan mengunjungi kedua tempat ini, tetapi rasanya tidak cukup hanya sekali mengunjunginya, selalu ada rindu yang mendorong untuk berkunjung kembali. Ini beberapa alasan kenapa Lombok selalu saya rindukan dan harus kembali ke sana.

  1. Gunung Rinjani

Gunung yang masuk dalam tujuh puncak tertinggi Indonesia ini merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci. Berada di ketinggian 3.726 mdpl, menawarkan panorama wisata alam yang sayang jika dilewatkan, tidak salah jika dijuluki gunung yang memiliki jalur terindah di Asia Tenggara.

img_0930

Danau Segara Anak dari Jalur Senaru

Tempat yang menjadi tujuan utama saya ketika berkunjung ke Lombok adalah gunung ini. Saya memulai pendakian dari jalur Pintu Sembalun menuju puncak walaupun ada beberapa jalur pendakian resmi yang diizinkan oleh pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dan mengakhiri jalur pendakian di Pintu Senaru. Padang savana, kabut di Pelawangan Sembalun, jalur menuju puncak yang menguji kesabaran, Dewi Anjani, keindahan Danau Segara Anak dan air panasnya, pisang goreng dan kopi hitam khas Senaru, mereka inilah yang membuat saya semakin rindu untuk kembali ke sana.   

  1. Desa Adat

Ketika mendaki Gunung Rinjani, saya memulai pendakian dari Pintu Sembalun dan berakhir di Pintu Senaru. Informasi yang luput dari saya, adanya desa adat di Sembalun dan Senaru. Saya mengetahui adanya Desa Adat Senaru ketika mencari kendaraan umum untuk kembali ke kota Mataram, walaupun sempat memasuki Desa Adat Senaru dan mengambil beberapa foro tetapi saya tidak memiliki waktu yang banyak untuk berkeliling di desa ini.

Setelah pendakian Rinjani, saya googling tentang desa adat di Lombok ternyata ada banyak desa adat di pulau ini. Desa Adat Blek yang berada di Desa Sembalun Lawang, Desa Sade berada di Desa Sambitan Lombok Tengah, Desa Segenter di Lombok Utara yang merupakan desa bermukimnya Suku Sasak, suku mayoritas di Pulau Lombok. Selain itu ada juga Desa Ende, Desa Beleq, dan Desa Bayan.

  1. Kuliner Khas Lombok

Plecing Kangkung dan Ayam Taliwang, dua kuliner khas Lombok yang sempat saya nikmati selepas pendakian Rinjani. Saya harus akui kedua kuliner ini memang sangat enak. Katanya kangkung yang dipakai sebagai bahan utama Plecing Kangkung berbeda dengan kangkung di daerah lain, bentuknya lebih besar dan panjang, begitu informasi yang saya sempat dengar, dan Ayam Taliwangnya disajikan satu ayam utuh. Ketika menikmati dua kuliner ini saya seperti kesetanan melahapnya, maklum enam hari lima malam di gunung tidak menikmati kedua makanan lezat ini.

  1. Menikmati Keindahan Gili

Setelah main ketinggian, saya sempatkan main di dataran rendahnya; gili dan pantainya. Ada banyak Gili (pulau) dengan pantai pasir putih di Lombok, beberapa yang tersohor seperti Gili Trawangan dan Air. Tapi saya tidak sempat mengunjungi kedua gili ini. Malah saya mengunjungi gili yang jarang dikunjungi para backpaker.

dsc00734

Menikmati siang di Gili Layar

Terhitung ada empat Gili yang sempat saya kunjungi: Gili Gede, Gili Asahan, Gili Rengit, dan Gili Layar. Keempat Gili ini saling berdekatan berada di wilayah Administarsi Kecamatan Sekotong. Keempat Gili ini terdapat hotel yang cukup mewah, kata Paman yang menemani saya, tempat-tempat ini sangat jarang dikunjungi oleh para pejalan dengan tas ransel tapi sering dikunjungi oleh wisatawan dengan koper (orang kaya). Cukup beruntunglah saya sempat mengunjunginya walaupun tidak menginap di hotelnya, maklum backpaker kayak saya tidak mampu booking hotel  yang nominalnya jutaan.

  1. Bersilaturahmi dengan Keluarga

Ini menjadi kebiasaan saya ketika ingin keluar kandang, selalu bertanya ke orang tua “apakah ada sanak keluarga di daerah ini dan itu.” Sebisa mungkin saya menyempatkan untuk bersilaturahmi jika ada keluarga di daerah yang akan saya kunjungi.

Beruntungnya saya karena ada saudara perempuan dari Ibu yang sudah lama tinggal di Lombok. Saudara perempuan Ibu tinggal di Gili Gede bersama keluarganya, suaminya bekerja di salah satu resort mewah di gili ini.

Semalam menginap di rumah keluarga rasanya tidak cukup, mungkin di kesempatan selanjutnya harus mengalokasikan waktu dua atau tiga malam bersama mereka, sekalian menangih janji Paman yang akan mengajak saya ke gili-gili lainnya.

Selain keluarga sedarah, saya mendapat sebuah keluarga baru di Kota Mataram. Rumah Singgah Lombok, keluarga yang menyatukan para pejalan dari ujung Timur sampai Barat Nusantara. Terima kasih Bapak, Mama dan anak-anaknya yang menerima kami di sana. Rindu rasanya menyeruput kopi bersama mereka sambil berbagi cerita di teras Rumah Singgah. 

Sepertinya cukup kelima alasan ini yang mengharuskan saya kembali mengunjungi Lombok. Untuk kalian yang belum pernah ke Lombok, saya menganjurkan untuk memasukkannya dalam daftar tempat liburan di Indonesia yang harus anda kunjungi. Semoga tahun depan bisa kembali ke sana, apalagi kalau sponsornya HIS Travel Indonesia, Semoga!

HIS Domestic Holiday - Blogger Competition

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s