I AM NOT YOUR NEGRO


The world is not black or white, and never was black or white, can not be black or white. Black is the metaphor for oppression whereas white is the metaphor for power.

NEGRO, Oxford Dictionary mendefinisikan sebuah kelompok bekulit hitam yang berasal dari Sub-Sahara, Afrika Selatan.[1] Kelompok masyarakat ini menyebar ke seluruh belahan dunia. Sejarah mencatat pertengahan abad 16, penyebaran masyarakat kulit hitam dilakukan oleh Inggris, Spanyol dan Portugis ke tanah jajahan (masyarakat berkulit putih) mereka untuk dijadikan budak.

Amerika Serikat yang pernah dijajah Inggris menjadi daerah yang banyak mempekerjakan-memasok kelompok masyarakat ini sebagai budak. Abad 18-19 merupakan puncak perbudakan etnis kulit hitam pun tumbuh subur bak cendawan di musim hujan.[2]

Paragraf di atas hanya sebagai pengantar untuk menarasikan singkat film I AM NOT YOUR NEGRO. Walaupun sebenarnya kita sudah mempunyai satu pemahaman yang sama tentang definisi dan sejarah kelam dari etnis Afro-Amerika (Afrika-Amerika), saya lebih suka memakai diksi ini.

***

Martin Luther King Jr, sudah tidak asing dalam sejarah Amerika. Salah satu aktivis sosial yang memperjuangkan persamaan hak (anti diskriminasi) bagi mayarakat khususnya Afro-Amerika. Salah satu gerakan yang khas dari King yaitu melawan tanpa kekerasan. Selain King, ternyata ada tiga lagi tokoh yang memperjuangkan hal yang sama yaitu James Arthur Baldwin, Medgar Evers dan Malcolm X . Β Β 

I AM NOT YOUR NEGRO (2017), sebuah film dokumenter observasional dari empat tokoh berpengaruh etnis Afro-Amerika yang memperjuangkan persamaan hak sebagai warga Negara yang merdeka. Film ini divisualkan berdasarkan tulisan James Arthur Baldwin yang merupakan sahabat dekat Medgar Evers, Malcolm X dan Martin Luther King Jr.

Film yang didirect langsung oleh Raoul Peck menggabungkan antara narasi dan visual, meskipun terasa acak dari satu peristiwa ke peristiwa lain film ini tetap apik. Narasi diambil langsung dari tulisan-tulisan Baldwin yang diisi (narator) Samuel L. Jackson. Film ini dibuka dan ditutup dengan wawancara Baldwin di salah satu acara televisi. Di antara wawancara tersebut disisipkan inti dokumenter ini beberapa scene film era 50-an, arsip iklan, berita, peristiwa kekerasan Afro-Amerika, pidato-pidato, peristiwa kematian, dan pemakaman Martin Luther King Jr, Medgar Evers dan Malcolm X.

Graphic1

Yang menarik dari film ini adalah bagaimana para aktivis ini berjuang untuk persamaan hak sebagai warga Negara merdeka memilih metodenya masing-masing. King dengan metode gerakan tanpa kekerasan, Malcolm yang lebih konservatif, dan Evers yang memilih cara di antara King dan Malcolm, tetapi ada satu persamaan dari mereka yang mengharuskan Baldwin menghadiri pemakaman teman-temannya ini karena dibunuh.

Meskipun diskriminasi warna kulit di Amerika tidak seperti di masa kolonial, terbukti di abad 19 seorang Afro-Amerika telah menjadi Presiden Amerika selama dua periode, tetapi film ini memberikan penonton (warga Amerika atapun non-Amerika) sebuah informasi begitu mengerikannya jika diskriminasi terjadi dalam sebuah Bangsa dan Negera. Β 

[1] https://en.oxforddictionaries.com/definition/negro

[2] Berlin, Ira. Generations of Captivity: A History of African American Slaves. (2003)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s